Saturday, 29 October 2016

Diam



Diam

Lidah terkaku kelu,
Gersang tanpa suara,
Hilang dalam bayu,
Terbang tiada arah tuju,
Itulah aku,

Diam,
Lenyap sebaris kata,
Nada tanpa suara,
Lagu tanpa cerita,
Tergantung tanpa berita.
Ternoktah tidak berpenghujungnya,
Biarkan terus di sana,
Biarkan,

Diam,
Terus aku tertawa,
Tapi aneh tiada bunyinya,
Hanya sendu tersiksa,
Di celahan halus nafasku,
Meronta dilepaskan jiwa,
Dalam tautan ikatan penjara,
Penjara kata berselirat makna,
Berbekas kasar tiada asalnya,

Diam,
Sendiri aku mencari,
Erti berjalan sendiri,
Adakah ini yang aku impi?
Apakah benar takdirnya begini?
Senyap,
Angin hilang tanpa bayu,
Pohonan lumpuh tidak mendayu,
Titisan air terhenti kaku,

Terus – terusan diam.



Halvezkema
2019
26102016.

1 comment:

  1. hilang ruangku untuk menutur sebarang kata
    walau menjerit-jerit di keronngkonganku
    hanya mampu terus berjuang dalam senyap
    berharapan suatu masa nanti
    suara ini kan kedengaran jua.

    ReplyDelete